MEMILIH SUAMI


Tanya :

Apa pertimbangan pokok seorang wanita memilih suami. Apakah menolak (calon) suami yang saleh karena kepentingan dunia akan mendapatkan hukuman dari Allah?

——————

Jawaban :

Alhamdulillah

Sifat terpenting bagi seorang wanita untuk memilih pinangan adalah akhlak dan agama. Sementara harta dan keturunan adalah sekunder. Yang terpenting, orang yang meminang memiliki agama dan akhlak mulia. Karena jika orang tersebut memiliki agama dan akhlak yang baik, maka seorang wanita tidak akan disia-siakannya sedikit pun juga. Kalau dia tetap sebagai isterinya, maka dia akan diperlakukan  dengan baik. Kalau pun harus bercerai, dilakukan pula dengan cara baik-baik. Kemudian orang yang punya agama dan akhlak akan mendatangkan barokah baginya dan keturunannya disamping dia dapat belajar akhlak dan agama darinya.

Selain dari itu, hendaknya anda menghindarinya. Apalagi jika orangnya meremehkan pelaksanaan shalat atau dikenal sebagai peminum khamar, na’uzubillah. Adapun orang yang tidak pernah shalat sama sekali, mereka adalah kafir, dia tidak halal bagi wanita muslimah, dan juga tidak untuk para wanita muslimah lainnya. Yang penting seorang wanita menfokuskan kepada akhlak dan agama. Sementara nasab (silsiah keturunan), kalau mendapatkan, maka hal itu lebih bagus.

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَتَاكُمْ مَن تَرْضَونَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ

“Kalau datang kepada anda orang yang anda ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia.”

Kalau mendapatkan yang sekufu (sepadan) maka itu lebih baik.

Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, dari kitab Fatawa Al-Mar’ah
*************
Teks Arabnya :
 

اختيار الزوج
السؤال :
ما هي أهم الأمور التي على أساسها تختار الفتاة زوجها وهل رفض الزوج الصالح لأغراض دنيوية يعرضها لعقوبة الله ؟ 

الجواب :
الحمد لله
أهم الأوصاف التي ينبغي للمرأة أن تختار الخاطب من أجلها هي الخلق والدين أما المال والنسب فهذا أمر ثانوي لكن أهم شيء أن يكون الخاطب ذا دين وخلق لأن صاحب الدين والخلق لا تفقد المرأة منه شيئاً إن أمسكها أمسكها بمعروف وإن سرحها سرحها بإحسان ثم إن صاحب الدين والخلق يكون مباركاً عليها وعلى ذريتها . تتعلم منه الأخلاق والدين أما إن كان غير ذلك فعليها أن تبتعد عنه ولا سيما بعض الذين يتهاون بأداء الصلاة أو من عرفوا بشرب الخمر والعياذ بالله .
أما الذين لا يصلون أبداً فهم كفار لا تحل لهم المؤمنات ولا هم يحلون لهن والمهم أن تركز المرأة على الخلق والدين ، أما النسب فإن حصل فهذا أولى لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قال : ( إذا أتاكم من ترضون دينه وخلقه فأنكحوه ) .
ولكن إذا حصل التكافؤ فهو أفضل . 

من فتاوى الشيخ ابن عثيمين من كتاب فتاوى المرأة .
Sumber : islamqa.com
Baca Artikel Lainnya :

~ oleh Thifal Ramadhani pada Februari 20, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: