Fatwa Syaikh Bin Baaz : “Menganggap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam Hadir di Acara Maulid, Sangat Batil”


Di antara yang demikian (hal-hal dalam peringatan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) bahwa sebagian mereka menyangka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadiri maulid, oleh karena itu mereka berdiri untuknya, dengan cinta dan menyambut baik; ini adalah sebesar-besar kebatilan dan seburuk-buruk kebodohan. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar dari kuburnya sebelum hari qiyamat, dan tidak berhubungan dengan seorang pun, dan tidak menghadiri perkumpulan-perkumpulan mereka. Bahkan beliau berada di kuburnya sampai hari qiyamat, sedang ruhnya di a’la ‘illiyyin di sisi Tuhannya di Darul Karomah. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Mu’minun:

ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati(QS Al-Mu’minun/ 23: 15).


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya pemimpin anak Adam di hari qiyamat, dan orang pertama yang kuburnya terbelah (orang pertama yang dibangkitkan dari kubur di hari qiyamat), dan orang pertama syafi’ wa musyaffa’ / yang dikabulkan syafa’atnya oleh Allah.” (HR Muslim).


Ayat Al-Qur’an yang mulia dan hadits syarif serta ayat-ayat dan hadits lainnya yang semakna, semuanya menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan lainnya, yaitu orang-orang mati, itu hanyalah keluar dari kubur mereka pada hari qiyamat. Perkara ini disepakati oleh para ulama, tidak ada perselisihan di antara mereka. Maka seyogyanya bagi setiap muslim untuk memperhatikan perkara ini dan menghindari apa yang dibuat baru oleh orang-orang jahil dan semacamnya berupa bid’ah-bid’ah dan khurofat (keyakinan batil) yang tidak diturunkan oleh Allah pada keyakinan batil itu suatu kekuatan. Allah lah yang kita mintai pertolongan, dan hanya kepada-Nya lah kita pasrah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya. (Fatawa Muhimmah, Abdul Aziz bin Baaz dan Muhammad bin Shalih al-Utsimin, Darul ‘Ashimah, Riyadh, 1 juz, cetakan 1, 1413H, Muhaqqiq Ibrahim Al-Faris/ Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baaz 1183, Fatawa Muhimmah juz 1 halaman 41-42, lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Tarekat Tasawuf Tahlilan dan Maulidan, WIP, Solo, 2006, cetakan baru 2008).).


***

حكم الاحتفال بالموالد النبوية وغيرها

ومن ذلك أن بعضهم يظن أن رسول الله صلى الله عليه وسلم يحضر المولد ولهذا يقومون له محيين ومرحبين وهذا <span>من أعظم الباطل وأقبح</span> <span>الجهل فإن الرسول صلى الله عليه وسلم لا يخرج من قبره قبل يوم القيامة ولا يتصل بأحد من الناس ولا يحضر اجتماعهم بل هو مقيم في قبره إلى يوم القيامة وروحه في أعلى عليين عند ربه في دار الكرامة كما قال الله تعالى في سورة المؤمنين ثم إنكم بعد ذلك لميتون</span> <span>ثم إنكم يوم القيامة تبعثون</span> 1 وقال النبي صلى الله عليه <span>وسلم أنا أول من ينشق عنه القبر يوم القيامة وأنا أول شافع وأول مشفع </span>عليه من ربه أفضل الصلاة والسلام فهذه الآية الكريمة والحديث الشريف وما جاء في معناهما من الآيات والأحاديث كلها تدل <span>على أن النبي صلى الله عليه وسلم وغيره من الأموات إنما يخرجون من قبورهم يوم القيامة وهذا أمر مجمع عليه بين علماء المسلمين ليس فيه نزاع بينهم</span> فينبغي لكل مسلم التنبه لهذه الأمور والحذر مما أحدثه الجهال وأشباههم من البدع والخرافات التي ما أنزل الله بها من سلطان والله المستعان وعليه التكلان ولا حول ولا قوة إلا به. مجموع فتاوي سماحة الشيخ ابن باز 1183 (فتاوى مهمة ج: 1 ص: 41- 42 (

Posting Ulang dari : http://www.nahimunkar.com/menganggap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-hadir/

 

 

 

Baca Artikel Lainnya :


~ oleh Thifal Ramadhani pada Februari 17, 2011.

2 Tanggapan to “Fatwa Syaikh Bin Baaz : “Menganggap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam Hadir di Acara Maulid, Sangat Batil””

  1. maulid nabi hanya peringatan supaya umatnya memahami syiar nabi besar Muhammad SAW tanpa ada unsur2 khurafat,takhayul dsb.dan generasi muda senantiasa diilhami akan evaluasi setiap perayaannya untuk menjadikan suritauladan nabi besarnya sebagai cerminan dan parameter kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: